Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Kamis, 17 Maret 2011
Diposkan oleh cak santos

Tips Motor

Agar Yamaha Mio Enggak Gerah Lagi, Yuk Pasang Oil Cooler

 

OTOMOTIFNET - Oli mesin selain berfungsi sebagai pelumas, juga ikut membantu mendinginkan dapur pacu. Makanya pada motor berpendingin udara, ada beberapa produk yang diberi tambahan oil cooler oleh pabrikannya guna mengantisipasi mesin cepat kegerahan. Contohnya kayak di Suzuki Satria FU.

Bila dari sononya gak dikasih fitur oil cooler, sebenarnya enggak masalah. Selama mesinnya masih standar. Tapi kalau sudah di-upgrade atau dikorek, tak ada salahnya mengaplikasi peranti ini biar suhu dapur pacu selalu terjaga. Maklum, mesin oprekan, biasanya kerjanya lebih keras, sehingga kadang membuat suhu mesin lebih tinggi dari biasanya.

Contohnya kayak di motor bore up atau yang mengusung rasio kompresi tinggi dan sebagainya. Nah, buat pembesut Yamaha Mio yang mesinnya sudah diup-grade seperti itu, sok bila ingin memasang peranti pendingin oli alias oil cooler. Toh, produk aftermarketnya udah cukup banyak di pasaran.


Misalnya merek Cool asal Thailand (gbr.1) yang bisa ditebus seharga Rp 350 ribu. “Paketnya lengkap berikut slang dan nipel (gbr.2) untuk dihubungkan ke jalur oli di kepala silinder. Tinggal pasang,” bilang Johanes Hanafi, bos X-16 yang gerainya kini pindah di kawasan Ruko Lima Permai Jl. Moh. Mansyur No.11 blok A-4, Jembatan Lima Permai, Jakpus.

Cara mengaplikasinya mudah kok. Kata Johanes yang pernah menerapkannya di motor milik konsumennya, untuk oil cooler-nya sendiri bisa di tempatkan di puncak kepala silinder pakai braket tambahan yang telah disediakan. Atau dipasang di cover bodi di bawah jok.

“Kemudian tanggalkan sebuah baut 10 mm yang ada di kepala silinder sebelah kanan atas lalu pasang nipel yang bentuknya panjang pada derat dudukan baut tadi,” terang Hendi, mekanik X-16. Jika sudah, hubungkan slang dari oil coller ke nipel yang dipasang tadi.

Selanjutnya, tancapkan nipel yang ujung berbentuk kayak ring di slang out atau yang keluar dari oil cooler. Oh iya, jalur keluar oli dari oil cooler bisa berpatokan pada tulisan ‘Cool’ (gbr.3) yang tertera di badan oil cooler.

Kelar itu, lepas salah satu mur kepala silinder, boleh yang mana saja, lalu masukkan nipel berbentuk ring tadi ke baut kepala silinder yang mur-nya dilepas. Lalu pasang lagi mur-nya dan kencangkan. Beres deh!      

Tapi ingat, jika sudah mengaplikasi oil cooler ini, jangan lupa menambah volume oli sekitar 200 ml. Jadi bila takaran standarnya 800 ml, tambah jadi 1.000 ml (1 liter).

Rabu, 16 Maret 2011
Diposkan oleh cak santos

Senin, 14 Maret 2011
Diposkan oleh cak santos

Rabu,  16 maret 2011 07.00 WIT

CVT Honda Beat Bunyi Klotok-Klotok? Ini Obatnya!


Gbr 1
OTOMOTIFNET - Namanya motor apapun, dipakai tiap hari, pasti komponennya akan mengalami keausan dan kerusakan. Kalau sudah begitu, tak heran bila kemudian hari mulai menimbulkan beberapa keluhan. Misal suara berisik ataupun suara-suara lain yang kurang mengenakkan.

Seperti dialami Muh. Agus Santoso, pada Honda BeAT 2008 tunggangannya. “Awal keluar dari dealer, tidak ada masalah. Nah setelah sekitar 1,5 tahun saya pakai, muncul suara berisik; krotok..krotok.. dari dalam CVT. Wah, kenapa ya? Bengkel langganan menganjurkan mengganti roller-nya, karena dipastikan roller sudah aus/peyang,” beber Agus.

Setelah CVT dibongkar, roller peyang dan emang sudah kudu diganti. Tapi setelah diganti, ternyata suara tersebut masih ada. “Emang sih, kali ini enggak sekeras sebelum ganti roller. Hanya terdengar saat motor berhenti/stasioner. Meskipun suaranya agak pelan, tapi bikin tidak nyaman aja,” tutur warga Cipulir, Jaksel ini.

Lantaran bengkel langganannya belum menemukan solusi, Agus coba mampir ke Hasan Motor (HM) di Kelapa Dua Raya, Kebon Jeruk, Jakbar, untuk atasi hal itu. “Kalau kasusnya seperti ini, dipastikan karet pada tutup roller beserta dudukannya sudah aus. Sehingga ada celah/rongga yang agak besar (gbr.1),” beber Hasan Basri, empunya HM.

Masih ujarnya. “Berhubung kerja peranti ini buka tutup atau bergeser keluar masuk seiring putaran mesin, gesekan tersebut mengakibatkan terjadinya keausan (gbr.2). Nah kalau rongganya semakin besar, otomatis suara krotok-krotok juga makin keras berasal dari part yang berongga ini. Biar suaranya hilang, harus ganti ke-3 karet tersebut.”

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Gbr 5
Nah, kalo di dealer maupun toko onderdil masih susah nyari pengganti karet ini (gbr.3), Hasan ambil solusi mengganjal celah tersebut dengan slang aki. “Meskipun karet itu diganti baru, kalau rumah roller tidak sekalian diganti, kemungkinan suara berisik masih ada. Karena alur untuk lewat karet tersebut masih tetap aus,” tegas bapak 2 anak ini.

Mau tahu cara mengganjalnya? Gampang, kok! “Siapkan slang aki yang masih baru/lentur. Kemudian potong bagian ujungnya, kurang lebih 1 cm. Lanjutkan membelah bagian tengahnya pakai gunting atau alat lain (gbr.4). Kalau sudah, tinggal memasukkan potongan slang tersebut ke bagian celah/rongga yang aus (gbr.5),” anjur pria pengalaman lebih dari 10 tahun ini.

“Memang benar! Setelah ketiga celah yang bersinggungan/bergesekan antara karet dan alurnya diganjal slang, suara krotok-krotoknya langsung hilang,” yakin Agus.
Penulis/Foto: Banar / Banar

Diposkan oleh cak santos

BONGKAR PASANG KRUK AS

Jika anda mengalami trouble mesin yang mengharuskan membelah mesin sampai melepas kruk as dari kedudukannya maka pastikan bengkel yang melakukan pembelahan mesin tersebut adalah bengkel profesional yang memiliki special tools yg lengkap seperti treker magnit & treker kruk as tentunya harus disertai skill teoritical & practical yang baik pula.

Sering terjadi bengkel2 yang kurang bertanggung jawab melakukan pelepasan magnit & pemasangan kruk as dengan cara “digetok”/ dipukul dengan martil, tentunya hal ini perlu dihindari karena prinsipnya kruk as harus terposisi dengan baik pada crankcase & harus center pada kedua asnya, sebelum kita memasang kruk as tentunya kita melakukan “balancing position” di tukang bubut, maka saat pemasangan di crankcase tidak boleh terkena benturan sedikitpun agar posisi kruk as tetap center dan balans, untuk itu diperlukan alat khusus untuk menarik kruk as agar terposisi sempurna pada crankcase.

Lihat Gambar diatas

Pemasangan tidak sempurna mengakibatkan kruk as tidak center lagi & bahkan kedudukan kruk as terhadap bearing pun tidak benar jika ini terjadi maka potensi masalah yang akan timbul :

1 Mesin bergetar
2 Timbul suara kasar
3 Power mesin kurang
4 Boros bahan bakar
5 Stang seher, kruk as & bearing mudah rusak
6 Rumah bearing crankcase mudah aus bahkan retak krn getaran
 
Jangan Sering Bongkar Karburator Sepeda Motor
Kamis, 22 Juli 2010 | 17:12 WIB

MOTOR PLUS/HERRY AXL
Tak perlu dibongkar, cukup disemprot
- Bersihkan karburator termasuk dalam rangkaian setiap melakukan servis ringan sepeda motor. Sebetulnya, menurut Erwin Oey (mekanik Honda Aries Motor), komponen tersebut tak harus bongkar. "Servis karbu harus dibongkar jika jalur bensin mampet dan tidak bisa dibersihklan dari luar. Selain karena masalah ini, servis karbu cukup setel settingan anginnya," jelas Erwin.
Sering bongkar bisa bikin derat baut-baut rusak bahkan dol. Selain itu, karet sil jadi cepat longgar. "Jika ada kejadian parah, seperti kemasukan kotoran debu atau air, setting karbu itu gak cepat berubah. kecuali di utak-atik sembarangan," tegas Akiang, pebengkel di Ciputat.
Akiang menawarkan solusi mudah dan murah karena prosesnya enggak makan waktu dan tenaga. Intinya, bisa dikerjakan sendiri. Inilah langkahnya; 1. Jika pakai filter bensin antara tangki dengan karbu, rajinlah mengecek. Jika kotor, bersihkan atau ganti.
2. Tanpa filter bensin, rajin buang bensin di mangkuk karbu dua atau 3 hari sekali. Atau tiap isi bensin penuh. Caranya, tinggal kendurkan baut pembuangan di mangkuk.
3. bersihkan saluran udara di congor kabru dengan cairan pembersih. Caranya, lepas karet penyambung karbu dengan boks filter, lalu semprot semua lubangnya sambil hidupkan mesin. (Aries)